Sabtu, 20 Agustus 2016

Bedug Kiai Bagelen

Bedug Kiai Bagelen adalah bedug yang terdapat di Masjid Agung Purworejo.Untuk melihat informasi tentang Masjid Agung Purworejo bisa dilihat pada Masjid Agung Purworejo. Digadang-gadang bedug ini merupakan bedug terbesar se Indonesia bahkan di dunia. Sebenarnya bedug ini bukan merupakan hal yang wajib bagi berdirinya sebuah Masjid. Tetapi karena berhubungan dengan Tradisi dan adat istiadat maka pembuatan pembuatan bedug ini dilaksanakan. Pembuatanya didasarkan pada perintah dari Bupati pertama Purworejo KRA Cokronagoro 1. Sedangkan pembuatannya diawasi secara langsung oleh Raden Tumenggung Prawironagoro adik dari KRA Cokronagoro 1.

Peta Bedug Kiai Bagelen ( Sumber : Google )


Bedug Kiai Bagelen ini sudah berumur ratusan tahun, umurnya sama dengan umur Masjid Agung Purworejo. Karena seiring pembangunan Masjid Agung maka bedug ini juga dibangun. Bedug ini terbuat dari bongkol kayu jati tua ratusan tahun yang bercabang lima atau yang disebut sebagai jati Pendowo. Jati Pendowo sendiri memiliki arti perkasa dan berwibawa. Pembuatannya kayu jari yang utuh tadi diberi lubang pada bagian dalamnya. Pertama bagian luarnya dari bonggol jati di haluskan. Pada bagian dalam dari bedug diberi gong dengan tujuan agar bunyi yang dihasilkan lebih nyaring. Untuk kulit bagian depan dan belakang sama-sama menggunakan kulit banteng. Namun pada tahun 1937 kulit bagian belakang mengalami kerusakan, sehingga diperbaiki dan diganti dengan kulit sapi. Untuk penggunaan paku dengan tujuan menempel kulit jugamenggunakan paku yang terbuat dari kayu jati. Untuk bagian depan menggunakan 120 penguakat pada bagian depan dan 98 pada bagian belakang.

Diceritakan pada awalnya setelah bedug selesai dibuat karena ukurannya yang besar makan Raden Tumenggung Prawironagoro mengusulkan kepada kakaknya untuk menunjuk Kiai Muhammad Irsyad untuk mengangkutnya. Pada saat itu ia menjabat sebagai kaum di Desa Solotiyang Loano.
Akhirnya Bedug itu dapat diangkut. Pada tahun 1997 Bedug itu pernah dibawa ke Jakarta untuk ditabuh oleh Presiden Soeharto pada malam takbir nasional. Sekarang sudah dibuat duplikatnya yang diletakkan di Museum Istiqlal, Taman Mini Indonesia Indah Jakarta. Untuk dapat mendengar tabuhan bedug ini maka disarankan datang ke masjid pada ashar, magrib, isya, subuh, hari-hari besar Islam, dan detik-detik proklamasi.

Karena ini adalah benda yang sangat historial maka sebaiknya kita menjaganya dengan benar-benar karena ini merupakan benda yang sangat berharga terutama untuk warga Purworejo. Untuk pihak Masjid sendiri sudah memberikan pelayanan yang bagus terutama dalam perawatannya.

Nah untuk lebih jelasnya sayan akan memberikan beberapa gambar tentang Bedug Kiai Bagelen.


Bedug Kiai Bagelen ( Sumber : Google )



Masjid Agung Purworejo ( Sumber : Google )



Gong dalam bedug ( Sumber : Google )



Daftar Pustaka :
1. bujangmasjid.blogspot.com ( 20 Agustus, 18:10 )
2. duniamasjid.islamic-center.or.id ( 20 Agustus, 18: 15 )
3. abdulhadidjokolelono.blogspot.com ( 20 Agustus, 18 : 20 )


Tidak ada komentar:

Posting Komentar