Masjid Agung Purworejo adalah salah satu objek wisata yang ada di Purworejo.Selain sebagai objek wisata bangunan ini juga mempunyai cerita sejarah yang panjang. Dalam proses pembangunannya juga melibatkan tokoh-tokoh penting pendiri Kota Purworejo.
Masjid Agung ini sudah berusia ratusan tahun dibuat pada 1837 Masehi, tepatnya empat tahun setelah berakhirnya Perang Diponegara pada masa Hindia Belanda, Pada masa itu pemerintah Hindia Belanda perlu mengangkat pemimpin dari pribumi, maka diangkatlah Kanjeng Raden Adipati Cokronagoro 1 sebagai bupati pertama Purworejo. Dalam masa kepemimpinannya beliau mengusulkan pembangunan Masjid Agung sebagai kebanggaan umat muslin di Purworejo.
Bangunan ini dibangun di sebelah barat Alun-alun Purworejo dengan bangunan Gedung Kabupaten berseta Pendopo Ageng yang berfungsi sebagai tempat pengdilan. Alasan dibangun di Purworejo adalah Purworejo dikelilingi oleh berbukitan, misalnya saja di sebelah barat ada Bukit Menoreh di sebelah timur, Bukit Geger Menjangan di sebelah utara dan Gunung Pupur di sebelah barat. Selain itu juga diapit oleh dua sungai, yaitu Sungai Bogowonto dan Sungai Jali. Letak itu dikenal dengan nama sungsang buwana dimana mempunyai arti bahwa setiap orang yang berada di sana akan disegani oleh banyak orang.
Peta Masjid Agung Purworejo ( Sumber : Google )
Arsitektur bangunan ini menggunakan arsitektur Jawa berbentuk Tanjung Lawakan Lambang Teplok. Pembuatannya mirip dengan Masjid Agung yang ada di Surakarta Solo. Sedangkan atapnya merupakan tumpang tiga, dimana disetiap tingkatannya mempunyai makna tersendiri. Masjid ini ditopang oleh 4 soko gurur dan 12 soko rowo persegi. Soko guru terbuat dari kayu jati bang dengan umpak yang terbuat dari bekas batu yoni. Sedangkan untuk 12 soko rowo terbuat dari batu bata. Di belakang masjid sendiri ada komplek pemakaman. Ada satu hal lagi yang menjadi daya tarik dari masjid sendiri yaitu adanya bedug yang digadang-gadang sebagai bedug terbesar sedunia. Nah pada tahun 2009 diadakan pengonfirmasian terhadap arah kiblat di masjid itu, ternyata terdapat kesalahan 3 derajat. Karena masalah itu maka pihak masjid dengan sigap langsung mengganti cat yang digunakan sebagai penanda sesuai dengan arah kiblat yang benar.
Karena ini adalah bangunan suci untuk beribadah maka tidak ada tiket masuk untuk menggunakan bangunan ini begitupun dengan parkir. Tidak dikenakan biaya sedikitpun, hanya saja ada kotak amal di daerah parkir yang biasanya di pergunaan masyarakat untuk mengganti uang parkir.
Dalam pemeliharaannya sudah bagus hanya bergantung kepada para mengunjung. Jagalah kebersihan bagi para pengunjung. Karena masalah terbesarnya adalah sering kalinya terlihat sampah dimana-mana.
Nah untuk leibih jelasnya saya akan memberikan beberapa gambar tentang Masjid Agung Purworejo

Pemakaman ( Sumber : Google )
Soko Guru ( Sumber : Google )

Masjig Agung Purworejo ( Sumber : Google )
Daftar Pustaka :
1. bujangmasjid.blogspot.com ( 20 Agustus, 18:10 )
2. duniamasjid.islamic-center.or.id ( 20 Agustus, 18: 15 )
3. abdulhadidjokolelono.blogspot.com ( 20 Agustus, 18 : 20 )
4. kekunaan.blogspot.co.id ( 20 Agustus, 18:30 )

Tidak ada komentar:
Posting Komentar